RSS

About Me

Meneteskan air mata bukan berarti Menangis…, Tertawa bukan berarti senang atau bahagia…, Diam bukan berarti Sepi…, Tetapi semua itu hanya Mengurangi Beban/masalah Hidup yg Indah ini. Bersabar jauh lebih baik… bersabar adalah keIkhlasan yg didapat dgn KeDamaian dan keBahagian tanpa diDuga…!!! We Can Try…. We Can Do it Now…


Bicaraku untuk ibu

ibu…..

Seakan mendengar tangisanku yang tersembunyi

Tetap menghantar pesan nasihat

Walau “jangan risau ibu” kuulang berkali-kali

Terasa seakan pintu langit terbuka

Dia wakil daripada Ilahi

Menyentuh sayang hatiku

Aku tersenyum

Saat semua orang menyatakan aku kuat

Dikau wahai ibu mengetahui anakandamu ini

Doa doamu kau hantar sebagai penenang hati

Seakan tangisku yang tersembunyi kau dengari dengan jelas sekali

Ibu,

Aku amat percaya dan sangat percaya

Sitar takdir yang sentiasa bersamaku

Sentiasa terpetik dan tidak akan menzalimiku

Bukan sepanjang masa lagunya sedih

Bukan sepanjang masa juga lagunya bahagia

Namun tuan sitar telah berjanji kepadaku ibu

Setiap kesusahan itu diiringi dengan kesenangan,

Kuulang jangan risau ibu,

Lepaskanlah doa-doamu kepadaku

Jangan kau hentikan layangan kasihmu padaku

Aku telah berjanji padamu untuk terus hidup

Maka aku akan terus hidup dengan janjiku itu

Ibu,

Sesungguhnya kita tidak tahu apa takdir yang tertulis

Mungkin Ilahi hanya menguji kita sebentar

Menguji keimanan

Dan ini belum tentu lagi kesudahan

Tersenyumlah ibu,

Bahagiamu bahagiaku

Laramu laraku,

dengan senyumanmu,

Akan kuhentak awan dengan telapak kakiku.


Suaraku untuk Ayah

Ayah,..
Dulu kau beri aku rembulan,
kau bilang untuk temani aku saat malam
kau juga beri aku bintang,
temani aku disaat sendirian

Ayah,…
rembulan itu kini tak bersinar lagi,
tertutup pekat hitamnya malam
terhalang awan gelap yg ntah kapan menyingkir

sang bintangpun kini ntah kemana
tak lagi pancarkan sinar indahnya,
langitku kini kelam,..langitku kini hitam

Ayah,..
aku tak bisa mencari rembulan itu,
aku tak bisa ajak kembali bintang itu,
aku disini sendiri..menatap pekatnya langit malam

Ayah,..
peluk aku dari jauh sana,
bisikan aku satu asa,..nina bobokan aku dipangkuanmu
Ayah,..
malam ini aku ingin tertidur…pulas dan mimpi
berharap untuk tidak terbangun lagi

dulu………
kita bercerita
besama dendangan rumput yang tengah bersuka ria
juga siulan burung pipit diantara sudut pematang durja
kita berlomba mengucap harapan
bersuka cita
bergaduh-gaduh sendiri
untuk mencoba memebahagiakan diri
kita berlari diantara detik-detik waktu
sambil memeikul derita dan kecambuk sekutu
juga mengangkang kita dalam lelah dan ragu
kini…………………..
kau pergi dan tak mungkin kembali
hanya tinggalkan kisah dan tetesan air mata yang menghujam diri
siapa tak kuasa,,,,,, ditinggalkan mu dengan rasa tak tega
jika dibayangkan kau berbaring dengan bisu
mencoba harapkan cahaya yang benderang
tertutup nisan yang kian rapuh teradu hari
bila terus terbayang engkaupun bisa hilang terendam dalam tanah
tinggalkan belulang dan kain kisah derita……………

ayah

Semoga kita mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kita bahagia; Cukup cobaan untuk membuat kita kuat; Cukup penderitaan untuk membuat kita menjadi manusia bijak dan berbudi; Dan cukup harapan untuk membuat kita bersikap positif terhadap kehidupan.

Cinta yang indah adalah cinta yang menyatukan impian dan nafas dua jiwa, tapi tetap memisahkan mereka sebagai dua jiwa yang saling menghormati kemandirian masing-masing.

Mereka tak dapat berpisah, tapi tak mungkin menyiksa satu sama lain untuk menjadi sama dengan yang lain.

Cinta adalah kekuatan yang menghormati kemadirian dan… memuliakan kebersamaan.

Selain itu, bukan cinta.

Mario Teguh

 

SAJAK MALAM Aku mengambil namamu dari langit Membangun rasi bintang dan menimbunnya di tanah Akan tiba saatnya sinarnya cemerlang melesat ke atas dan berbinar Kau tahu, aku mengukirnya dalam rintihan dan desah kata Yang menjagaku senantiasa terbang dan mengepakkkan sayapku Menabur percik cahaya abadi di hatimu SELAMAT BERISTIRAHAT…

 

3 responses to “About Me

  1. Martracho

    18 Mei 2011 at 3:10 am

    Tulisan yang bagus, puitis dan melankolis….mudah2an hanya sekedar tulisan.

     
  2. aden enyu

    19 Mei 2011 at 6:40 am

    Dalam Tulisanmu tergambar kalau kamu tidak bahagia, semoga teman-temanmu bisa membuatmu tertawa, walau dia telah membuatmu selalu menagis

     
  3. ovie

    19 Mei 2011 at 9:29 am

    puisi yg sarat kerinduan,..jadi ingat ortu, beruntung ayah dan ibuku masih ada

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: